Laju Ekonomi Indonesia Tetap Kencang: Konsolidasi Fiskal dan Daya Beli Masyarakat Jadi Kunci
Jakarta – Perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid dengan pertumbuhan yang tetap kencang, terutama ditopang oleh kuatnya konsumsi domestik dan keberhasilan konsolidasi fiskal pemerintah di tengah gejolak ekonomi global. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal IV 2023 tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan (year-on-year), melampaui ekspektasi banyak analis dan membawa pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2023 mencapai 5,05 persen. Angka ini menegaskan resiliensi ekonomi nasional meskipun dihadapkan pada ancaman perlambatan ekonomi global, tekanan inflasi, dan ketidakpastian geopolitik yang terus membayangi.
Kinerja impresif ini utamanya didorong oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh PDB, tumbuh 4,82 persen pada kuartal IV 2023. Selain itu, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menunjukkan geliat positif dengan pertumbuhan 5,77 persen, mengindikasikan kepercayaan sektor swasta terhadap prospek ekonomi jangka panjang. Menteri Keuangan, dalam sebuah kesempatan, menyatakan optimisme pemerintah terhadap momentum pertumbuhan ini. “Pemerintah terus berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong reformasi struktural untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Konsolidasi fiskal yang kita jalankan telah memberikan ruang bagi kebijakan yang prudent namun tetap responsif terhadap dinamika global,” ujarnya, menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter.
Dari sisi produksi, sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta informasi dan komunikasi menjadi pendorong utama pertumbuhan. Sektor industri pengolahan, sebagai tulang punggung manufaktur nasional, tumbuh 4,07 persen, sementara sektor perdagangan yang sangat bergantung pada daya beli masyarakat tumbuh 4,49 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi riil di tingkat akar rumput tetap bergairah, didukung oleh stabilitas harga dan ketersediaan lapangan kerja yang relatif terjaga. Bank Indonesia juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas melalui kebijakan moneter yang terukur, termasuk dengan menahan laju inflasi agar tidak menggerus daya beli masyarakat.
Namun, di balik capaian positif ini, sejumlah tantangan tetap perlu diwaspadai. Perlambatan ekonomi global, terutama di negara-negara mitra dagang utama, berpotensi menekan kinerja ekspor Indonesia. Harga komoditas yang fluktuatif juga dapat mempengaruhi penerimaan negara dan neraca perdagangan. Ekonom senior dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Budi Santoso, menyorankan agar pemerintah tidak lengah. “Meskipun konsumsi domestik kuat, kita harus tetap memperkuat basis ekspor dan daya saing produk dalam negeri. Diversifikasi pasar ekspor dan hilirisasi industri menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa komoditas saja dan menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” jelasnya, sembari menambahkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur.
Prospek ekonomi Indonesia untuk tahun 2024 diperkirakan tetap positif, dengan proyeksi pertumbuhan di kisaran 4,7-5,5 persen. Momentum ini diharapkan dapat berlanjut, didukung oleh pelaksanaan Pemilu 2024 yang aman dan lancar, serta berlanjutnya proyek-proyek strategis nasional. Pemerintah menargetkan untuk terus meningkatkan investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, serta menjaga inflasi tetap terkendali dalam target yang ditetapkan. Dengan fondasi ekonomi yang kuat dan respons kebijakan yang adaptif, Indonesia memiliki modal besar untuk menavigasi ketidakpastian global dan mencapai pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan di masa mendatang, memastikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
ARTIKEL TERKAIT
Gelombang Protes Buruh: Desakan Kenaikan Upah Melawan Arus Realitas Ekonomi Nasional
Emas Antam di Tengah Pusaran Geopolitik dan Ekonomi Global: Peluang atau Ancaman bagi Investor?

Makan Bergizi Gratis: Harapan Baru untuk Generasi Emas Indonesia Melalui Nutrisi Optimal
